
Liga 2 2019 baru saja menuntaskan putaran pertamanya. Tapi, di pekan terakhir terjadi hal yang kurang lazim terjadi.
Di Grup Timur, semula ada tiga tim yang masih harus berebut tiket ke delapan besar, yakni Martapura (28 poin), Persis (27), dan PSIM (27).
Pertandingan penentuan itu tak berjalan berbarengan. Waktu di Yogyakarta lebih lambat dua jam dari di Biak. Artinya, PSIM vs Persis baru bertanding saat Martapura berhasil mengalahkan PSBS 1-0.
Hasil itu membuat PSIM dan Persis dinyatakan gagal ke delapan besar sebelum bertanding. Apapun hasil yang didapat PSIM dan Persis, tidak bakal bisa menyamai poin dari Martapura.
Persis pada akhirnya menang 3-2 dari PSIM. Pertandingan ini sendiri berakhir dengan ricuh, yang menurut Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol. Armaini, dipicu kekecewaan suporter dengan hasil pertandingan.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 2, menegaskan bahwa dua pertandingan tersebut semula ingin digelar berbarengan. Tapi, hal tersebut gagal tercapai karena waktu dan lampu stadion tak memadai.
"Sebetulnya kami sudah mau bikin barengan, cuma di Biak selisih dua jam karena tidak ada lampu. Normalnya yang lain barengan," kata Manajer kompetisi LIB, Asep Saputra, kepada detikSport.
"Tidak mungkin di Biak main malam dan tidak mungkin juga di Wilayah Barat Indonesia main jam setengah dua siang. Waktunya tidak ketemu," Asep menambahkan.
Simak Video "Semen Padang Gelar Latihan di Pakansari Jelang Final Liga 2"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/fem)
https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-4755539/laga-krusial-psim-vs-persis-kenapa-tak-main-bareng-dengan-martapura
2019-10-22 06:56:05Z
52781856617137
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Laga Krusial, PSIM Vs Persis Kenapa Tak Main Bareng dengan Martapura? - detikSport"
Post a Comment